Home Peristiwa

Disinyalir Penuh Kecurangan, Tes Ujian Perades Sokosari Tuban Menuai Protes

by linknews.id - 25 November 2023, 15:56 WIB

TUBAN, LINKNEWS.ID - Proses seleksi pengisian perangkat Desa (Perades) Sokosari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, menuai protes dari beberapa peserta lainnya.

Bukan tanpa alasan, pasalnya proses seleksi yang diikuti 86 peserta dan berlangsung di Gedung SMP Negeri 1 Soko tersebut, dinilai banyak kejanggalan yang mengerucut pada kecurangan.

Seperti yang dituliskan oleh beberapa media online, bahwa dalam seleksi yang dilakukan secara mandiri oleh Pemerintah Desa Sokosari dengan menggandeng Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya dengan sistem Computer Assisted Tes (CAT), tiba-tiba muncul nilai 7 dari praktek computer meski peserta bersangkutan tidak mengerjakan soal sama sekali.

M. Khusyaen Al Bari’i (27) salah satu peserta mengaku, dirinya merasa banyak kejanggalan yang terjadi, seperti nilai yang tidak real time dan tidak ditampilkan di layar monitor, hingga hasil penilaian yang tidak rasional lantaran terpaut jauh antara peserta satu dengan peserta lain (yang diduga sengaja dimenangkan).

"Kami dan teman-teman sempat protes dan meminta agar hasil seleksi ditampilkan secara real time dilayar, tapi Ketua panitia tidak dapat memenuhi dan katanya harus menunggu karena alasan ‘perintah punggawa’, entah punggawa siapa,” ungkapnya pada Rabu, (22/11/2023) lalu.

Adapun lowongan di Desa Sokosari terdapat 5 formasi diantaranya Kasi Pemerintahan, Kasi Kesra, Kasi Pelayanan Umum, Kaur TU dan Kepala Dusun Losari. Anehnya, para peserta yang lolos seleksi dengan nilai tertinggi masing-masing formasi adalah mereka yang memiliki nomor urut 1, termasuk anak dari Kepala Desa setempat.

Tak hanya itu, T salah satu peserta lain turut berkomentar, ia mengendus adanya beberapa kecurangan, terlebih saat mengetahui adanya seorang peserta berinisial A yang sama sekali tidak mengerjakan ujian praktek, namun dia mendapatkan nilai 7.

"Ini jelas banyak kejanggalan mas, karena nilainya sampai saat ini ada yang belum muncul atau keluar, bahkan ada yang tidak mengerjakan sama sekali tapi mendapatkan nilai 7. Pasti ada kecurangan dalam proses seleksi ini,” ungkapnya.

Berkaitan dengan semua hal diatas, Kepala Desa Sokosari, Edy Purnomo saat dikonfirmasi awak media ini melalui telepon dan pesan WhatsApp, pihaknya tidak bersedia menjawab. 

Reporter : Dedy

Share :

Populer Pekan Ini