Home Gaya Hidup

Ingin Membuat Akta Perusahaan? Inilah Berkas Yang Disiapkan dan Cara Daftarnya Pada Notaris

by linknews.id - 20 Maret 2024, 16:35 WIB

Gambar ilustrasi Akta Notaris (dok.ist)

SURABAYA, LINKNEWS.ID - Sebagaimana Pasal 1 huruf b Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 Tentang Wajib Daftar Perusahaan menyatakan “Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan yang didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wilayah Negara Republik Indonesia, untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba”.

Sebelum melakukan pendirian perusahaan tentunya memerlukan adanya akta, berdasarkan Pasal 7 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas menyatakan  “Perseroan didirikan minimal oleh 2 (dua) orang atau lebih dengan akta notaris yang dibuat dalam bahasa Indonesia”. Hal ini berfungsi dalam memberikan status legal atau sah dimata hukum dan kejelasan akan kepemilikan perusahaan tersebut. 

Namun dalam proses pembuatan akta perusahaan sering kali sebagai masyarakat awam tidak mengetahui apa saja berkas yang harus disiapkan dalam membuat akta perusahaan ke notaris.

Wewenang notaris dapat dilihat pada Pasal 15 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Jabatan Notaris yang menyatakan bahwa “Notaris berwenang membuat akta autentik mengenai semua perbuatan, perjanjian, dan penetapan yang diharuskan oleh peraturan perundang-undangan dan/atau yang dikehendaki oleh yang berkepentingan untuk dinyatakan dalam akta autentik, menjamin kepastian tanggal pembuatan akta, menyimpan akta, memberikan grosse, salinan dan kutipan akta, semuanya itu sepanjang pembuatan akta itu tidak juga ditugaskan atau dikecualikan kepada pejabat lain atau orang lain yang ditetapkan oleh undang-undang”.

Berikut merupakan berkas-berkas yang dibawa kepada notaris dalam membuat akta perusahaan

1. Data-data rencana perusahaan yang akan di dirikan, antara lain data/informasi berupa :

- Nama & alamat perseroan.

- Nilai modal dasar, modal disetor, modal ditempatkan dalam perusahaan, serta nilai nominal per lembar saham.

- Nama susunan pengurus perseroan dan pemegang saham serta komposisi pemegang saham.

- Maksud & tujuan serta kegiatan usaha perseroan.

2. Penyerahan data-data berupa KTP & NPWP para pendiri perseroan.

Setelah berkas-berkas tersebut telah diterima oleh notaris, maka notaris bisa membuat draft akta pendirian perusahaan dan melakukan pengecekan nama PT yang akan didaftarkan pada website Ditjen AHU Online. Pengecekan dilakukan guna menghindari adanya kesamaan nama perseroan antara satu dengan yang lain.

Jika nama PT tersebut berhasil disetujui, maka para pendiri perseroan bisa menandatangani akta pendirian perseroan. Setelah minuta akta tertanda tangani dengan sempurna, notaris dapat segera membuat salinan akta yang kemudian diajukan pengesahannya untuk memperoleh status badan hukum pada Kementrian Hukum & HAM Republik Indonesia.

Akta PT yang telah dibuat pun menjadi sah dan perseroan memperoleh status badan hukum pada tanggal diterbitkannya Keputusan Menkumham mengenai pengesahan badan hukum perseroan (Pasal 7 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas).

Reporter/Editor : Redaksi

Sumber/Penulis : Annisa Nur Fadillah Syahputra (Mahasiswi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)

Share :

Populer Pekan Ini