BOJONEGORO, LINKNEWS.ID – Sebanyak 161 pedagang Pasar Kota Lama Bojonegoro menerima insentif usaha yang bersumber dari program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) PT Asri Dharma Sejahtera (ADS). Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Dindagkop UM) Kabupaten Bojonegoro tersebut diharapkan dapat membantu pedagang menjaga keberlangsungan usaha di tengah proses revitalisasi pasar.
Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Senin (26/10/2026). Insentif tersebut ditujukan untuk meringankan beban pedagang sekaligus memperkuat modal usaha selama mereka menjalankan aktivitas di lokasi penampungan sementara.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, pasar tradisional memiliki peran penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi identitas suatu daerah. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen merevitalisasi Pasar Kota agar lebih modern, bersih, aman, dan nyaman tanpa menghilangkan karakter tradisionalnya.
Menurut dia, pembenahan pasar tidak cukup hanya dengan memperbaiki bangunan dan fasilitas. Penataan juga perlu diarahkan untuk meningkatkan daya tarik pasar sehingga mampu mendatangkan lebih banyak pengunjung dan menggerakkan perekonomian pedagang.
“Kami berkomitmen membangun pasar kota yang sesuai dengan kebutuhan masa depan. Konsepnya tidak hanya infrastruktur yang bagus, tetapi juga mampu meningkatkan jumlah pembeli dan daya tariknya,” ujar Setyo Wahono.
Ia menjelaskan, revitalisasi tersebut akan diikuti dengan penataan kawasan dan pengelolaan pasar secara terpadu. Pengaturan zonasi komoditas juga menjadi perhatian agar aktivitas perdagangan lebih tertib dan memudahkan pengunjung mencari kebutuhan.
Kawasan Alun-Alun Bojonegoro turut direncanakan untuk ditata agar terintegrasi dengan pasar. Bahkan, pemerintah ingin menghadirkan ruang yang dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat, termasuk area untuk menikmati pemandangan Bengawan Solo dan Alun-Alun dari lantai teratas pasar.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan, revitalisasi Pasar Kota ditargetkan memasuki tahap penyelesaian pada 2027. Dengan demikian, para pedagang diharapkan dapat kembali menempati pasar yang telah diperbarui pada awal 2028.
“Insyaallah pada tahun 2027 proses pembangunan sudah clear. Mudah-mudahan pada awal tahun 2028 para pedagang sudah bisa kembali menempati pasar baru,” kata Nurul Azizah.
Sementara itu, Kepala Dindagkop UM Kabupaten Bojonegoro Akhmadi menuturkan, kondisi Pasar Kota Lama yang dinilai sudah tidak memadai menjadi salah satu alasan perlunya pembenahan. Pemindahan pedagang ke tempat penampungan sementara (TPS) dan Pasar Wisata merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan ruang usaha yang lebih layak selama revitalisasi berlangsung.
Namun, ia mengakui, perpindahan lokasi berpotensi menimbulkan tantangan bagi pedagang, terutama dalam mempertahankan aktivitas dan pendapatan usaha. Oleh sebab itu, pemberian insentif melalui kerja sama dengan PT ADS diharapkan dapat membantu mereka melewati masa transisi tersebut.
“Insentif ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk meringankan beban usaha, memperkuat modal, dan menjaga keberlangsungan usaha para pedagang,” ujar Akhmadi.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan secara langsung melalui pembukaan rekening di Bank Rakyat Indonesia (BRI), tanpa potongan apa pun. Para penerima juga diimbau menggunakan dana tersebut secara bijak, terutama untuk memenuhi kebutuhan produktif yang dapat menunjang kelangsungan usaha.
Melalui bantuan tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap para pedagang tetap mampu menjalankan usaha selama proses pembangunan berlangsung. Revitalisasi Pasar Kota diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan yang lebih representatif, tetapi juga menciptakan pusat perdagangan yang mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. (RED)