SURABAYA, LINKNEWS.ID - Bagi mahasiswa hukum, Kuliah Kerja Praktik (KKP) bukan sekadar kewajiban akademik yang harus dipenuhi, melainkan sebuah jembatan penting untuk memahami bagaimana dunia kerja yang sebenarnya berjalan.
Kesempatan melaksanakan KKP di Pengadilan Negeri Baturaja Kelas 1B menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya, Trilas Pilda Faulisa, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Selama kurun waktu 40 hari, terhitung mulai tanggal 19 Januari 2026 hingga 13 Maret 2026, saya menimba banyak ilmu dan pengalaman berharga yang tidak dapat saya temukan hanya dari bangku perkuliahan.
Menjalani masa magang di lembaga peradilan ini menjadi langkah besar yang menghubungkan teori yang dipelajari di kampus dengan realita profesional. Berada di lingkungan kerja tersebut memberikan wawasan mendalam mengenai ritme kerja serta mekanisme yang berjalan di jantung institusi penegakan hukum.
Selama masa pelaksanaan, saya disambut dengan keramahan oleh seluruh keluarga besar Pengadilan Negeri Baturaja. Berinteraksi dengan para pegawai yang memiliki beragam latar belakang tugas dan jabatan membuka wawasan saya bahwa sebuah instansi hukum dapat beroperasi dengan baik berkat adanya sinergi yang kuat antar setiap lini pekerjaan. Saya memahami bahwa setiap tugas, sekecil apa pun bentuknya, memiliki peran yang sangat krusial dalam mendukung proses penegakan keadilan.
Salah satu momen yang paling berharga adalah kesempatan untuk menyaksikan secara langsung jalannya proses persidangan. Mengamati dinamika yang terjadi di ruang sidang memberikan pemahaman yang jauh lebih nyata dan mendalam dibandingkan hanya mempelajari teori melalui buku ajar. Tidak hanya mengamati jalannya persidangan, saya juga terlibat langsung dalam pelaksanaan tugas administrasi pengadilan yang menjadi tulang punggung operasional kantor.
Beberapa tugas yang saya pelajari dan jalankan antara lain menyusun surat tugas serta melakukan penginputan data secara digital melalui aplikasi SIKEP (Sistem Informasi Kepegawaian). Dalam pelaksanaannya, dokumen yang telah disusun terlebih dahulu dipindai dan digandakan, kemudian dicatat dalam buku register surat tugas. Setelah seluruh proses administrasi terpenuhi, dokumen beserta hasil penginputan data baru diserahkan kepada pihak Panitera untuk ditindaklanjuti. Dalam proses ini, saya dituntut untuk memastikan penomoran surat sudah benar dan tertulis dengan rapi.
Pengalaman menangani dokumen resmi negara ini memberikan pelajaran berharga mengenai betapa pentingnya sikap teliti, cermat, dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Kesalahan sekecil apa pun dalam pengurusan dokumen dapat berdampak pada kelancaran proses hukum itu sendiri.
Selain pengalaman teknis dan keilmuan, aspek lain yang paling berkesan bagi saya adalah budaya kekeluargaan yang sangat kental terasa di lingkungan kerja tersebut. Setiap hari Jumat, suasana kantor yang biasanya kaku dan formal berubah menjadi penuh semangat dan keceriaan. Sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, seluruh pegawai rutin melaksanakan senam bersama. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan, di mana batasan antara pimpinan dan staf seolah menghilang sejenak.
Momen yang paling saya nantikan setelah kegiatan senam adalah tradisi makan bersama di taman kantor yang diikuti oleh seluruh pegawai. Bagi saya, momen ini bukan sekadar kegiatan memenuhi kebutuhan fisik semata, melainkan sebuah simbol kebersamaan yang membuat saya merasa benar-benar diterima dan menjadi bagian dari keluarga besar Pengadilan Negeri Baturaja.
Waktu yang saya habiskan di lembaga ini meninggalkan jejak yang mendalam bagi perkembangan diri dan karier saya ke depan. Saya merasa sangat beruntung mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan hakim pembimbing mengenai langkah-langkah serta proses panjang yang harus ditempuh untuk meraih cita-cita saya menjadi seorang notaris. Nasihat dan wejangan yang disampaikan beliau menjadi pedoman berharga yang akan terus saya gunakan dalam merencanakan langkah karier.
Rasa syukur yang tulus saya haturkan karena dapat diterima dan menjadi bagian dari keluarga besar ini. Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berbagi ilmu dengan tulus dan menciptakan lingkungan kerja yang sangat mendukung proses pembelajaran. Tibalah saatnya saya harus berpamitan, dan perasaan haru tak terelakkan saat mengucapkan kata perpisahan setelah sekian lama menimba pengalaman di sini.
Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Pengadilan Negeri Baturaja. Setiap pelajaran, tawa, dan keramahan yang telah diberikan akan selalu saya simpan sebagai bekal berharga yang akan menuntun saya dalam perjalanan meniti karier profesional di masa mendatang.
Sumber/Penulis : Trilas Pilda Faulisa (Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)