Home Pendidikan

AMI Ke-4 Tahun 2026 Digelar Kemenag Tuban untuk Tingkatkan Mutu Madrasah, Literasi Jadi Fokus Utama

by linknews.id - 21 Februari 2026, 12:22 WIB

Foto : Istimewa 

TUBAN, LINKNEWS.ID – Melalui Seksi Pendidikan Madrasah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban gencar mendorong peningkatan kualitas serta daya saing institusi madrasah melalui pelaksanaan Program Anugerah Madrasah Inovasi (AMI) Ke-4 Tahun 2026. Kegiatan ini dipercaya sebagai sarana penting untuk menggerakkan inovasi sekaligus membangun pendidikan karakter pada peserta didik di seluruh madrasah se-Kabupaten Tuban.

Hj. Umi Kulsum, S.Ag., M.Pd.I., Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tuban, menekankan bahwa upaya inovasi di madrasah harus berlandaskan pada penguatan literasi sebagai dasar pembentukan karakter siswa.

“Literasi hendaknya menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap aktivitas madrasah di Tuban. Ini menjadi pondasi utama agar siswa mampu mengembangkan daya kritis yang baik,” ujarnya tegas.

Dari data resmi yang diterbitkan Kemenag Tuban, dari seluruh 641 lembaga Raudlatul Athfal (RA) dan madrasah yang ada, sebanyak 222 di antaranya telah bergabung secara aktif dalam AMI Ke-4 Tahun 2026. Suwarno selaku Ketua Tim AMI bersama Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Lukman Hakim menjelaskan bahwa peserta program terdistribusi ke tiga kategori unggulan.

Bidang Literasi menjadi yang paling banyak diminati dengan 162 lembaga peserta, terdiri dari 87 RA, 51 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 14 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 10 Madrasah Aliyah (MA). Sementara itu, Bidang Entrepreneur diikuti oleh 30 lembaga, dengan rincian 4 RA, 13 MI, 7 MTs, dan 6 MA. Untuk Bidang SMART (Sehat, Mandiri, Berprestasi, Asri, Ramah Anak, dan Toleran), juga ada 30 lembaga peserta yang mencakup 11 RA, 11 MI, 2 MTs, dan 6 MA.

Saat ini, proses AMI telah memasuki tahap pengolahan dan pengumpulan nilai setelah tahap kunjungan lapangan. Selanjutnya, akan diadakan rapat kerja komisi untuk masing-masing bidang sebelum memasuki rapat pleno yang akan menetapkan hasil akhir penilaian.

“Kami tengah menyelesaikan tahap pengumpulan nilai pasca kunjungan. Setelah tahap ini selesai, akan dilaksanakan rapat komisi dan diakhiri dengan rapat pleno untuk penetapan hasil,” jelas Suwarno.

Meskipun demikian, Kemenag Tuban mencatat masih ada 419 lembaga yang belum mengambil bagian dalam program ini. Oleh karena itu, pihaknya memberikan arahan khusus kepada seluruh pemimpin RA dan madrasah agar segera mendaftarkan lembaganya, dengan memberikan prioritas pada Bidang Literasi sebagai pilar utama dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Selain itu, para pengawas madrasah diminta untuk berperan sebagai agen pendorong dengan cara mengawasi proses pendaftaran, membantu penyusunan dokumen sesuai dengan standar penilaian, serta melakukan evaluasi dan melaporkan berbagai kendala yang ditemui di lapangan.

Lukman Hakim, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Tuban, berharap program AMI dapat menjadi titik balik bagi perkembangan seluruh madrasah di Kabupaten Tuban.

“Kita bertujuan untuk menjadikan madrasah sebagai institusi yang mandiri, kreatif inovatif, dan mampu bersaing. Dengan dukungan dan pendampingan yang maksimal, kami yakin upaya penguatan literasi dapat dilakukan secara luas di seluruh madrasah di Tuban,” tutupnya. (LIS/RED)

Share :

Popular Post