Gambar : Ilustrasi pabrik penggilingan clay
TUBAN, Linknews.id – Usaha penggilingan tanah liat (clay) di wilayah Kabupaten Tuban terbukti mampu menciptakan multiplayer effect. Selain menyumbang pendapatan daerah, aktivitas tersebut juga menjadi penopang perekonomian bagi tenaga kerja.
Seperti halnya usaha yang telah dijalankan oleh pengusaha asal Tuban bernama H. maksum. Dari tiga titik lokasi penggilingan miliknya, ia mampu menyerap puluhan tenaga kerja khususnya warga lokal Tuban.
"Alhamdulillah, sementara ini saya baru bisa membuka tiga lokasi penggilingan. Harapannya bisa bermanfaat untuk kami selaku pengusaha dan juga masyarakat yang bekerja," ujar H. Maksum, Senin (10/8/2026).
Untuk menunjang kelancaran unit usahanya, H Maksum menegaskan bahwa pihaknya telah melengkapi segala keperluan perizinan sesuai peruntukan. Bahkan, untuk keperluan bahan bakar alat berat juga menggunakan BBM jenis industri.
"Kami berkomitmen untuk patuh terkait legalitas operasional. Intinya kami bekerja sesuai regulasi agar karyawan kami bisa langgeng mencari nafkah untuk keluarganya," tegasnya.
Dampak ekonomi dari model usaha semacam ini terasa langsung di tingkat rumah tangga. Salah satu pekerja mengungkapkan bahwa kehadiran pabrik penggilingan clay telah menjadi tumpuan utama pendapatan keluarganya.
"Alhamdulillah mas, dengan bekerja di penggilingan ini ekonomi saya dan ratusan karyawan lainnya menjadi sangat terbantu. Tempat ini adalah tempat kami untuk mengais rejeki (nafkah)," ungkapnya.
Di sisi lain, keberhasilan diatas juga menunjukkan bahwa UMKM di sektor ekstraktif dan pengolahan mineral dapat tumbuh sehat jika dibangun di atas fondasi kepatuhan. Ketika regulasi dihormati, maka multiplayer effect yang tercipta mulai dari penyerapan tenaga kerja, kontribusi PAD.