BOJONEGORO, Linknews.id – Program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro tidak lagi sekadar mengandalkan bantuan fisik, melainkan bertransformasi menjadi ekosistem pemberdayaan yang utuh. Hal ini terlihat jelas saat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Domba Kesejahteraan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Ternak di Pendopo Kecamatan Baureno, Selasa (28/7/2026).
Wakil Bupati Nurul Azizah yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa program unggulan ini dirancang untuk menciptakan kemandirian, bukan ketergantungan. Kehadiran bimtek menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap bantuan ternak disertai dengan kapasitas teknis yang memadai agar usaha dapat berkembang secara mandiri.
Nuzaroah, warga Desa Kadungrejo, mengungkapkan rasa syukurnya atas pendekatan holistik ini. Bagi dia, kombinasi antara bantuan domba dan ilmu budidaya adalah modal berharga untuk mengubah taraf hidup keluarganya.
"Saya berharap usaha ini bisa berkembang pesat sehingga kelak saya mampu berdiri sebagai pengusaha ternak yang sukses," ujarnya.
Senada dengan Nuzaroah, Siti Munafiah dari Desa Tulungagung menilai bahwa pembekalan ilmu dalam bimtek sama pentingnya dengan bantuan fisik.
"Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk merawat domba dengan benar hingga berkembang biak. Bantuan ini bukan sekadar hadiah, tapi investasi masa depan," tuturnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Catur Rahayu, menjelaskan bahwa tanggung jawab dinas tidak berhenti pada penyerahan hewan ternak. Sejak diluncurkan pada 2023, program ini telah menjangkau 2.520 KPM hingga akhir 2025, dengan pendampingan intensif sebagai kunci keberlanjutan.
"Kami memiliki kewajiban moral untuk memfasilitasi dan membina penerima manfaat agar mampu mengelola usahanya secara profesional. Ke depan, program ini akan terus diperluas karena dampaknya nyata terhadap perekonomian masyarakat," pungkas Catur.
Melalui integrasi bantuan dan edukasi ini, Pemkab Bojonegoro berharap Program Domba Kesejahteraan dapat menjadi model pemberdayaan yang replikabel, di mana setiap penerima manfaat tidak hanya menerima ikan, tetapi juga diajarkan cara memancing untuk kesejahteraan jangka panjang. (KOM/RED)