Home Daerah

Bojonegoro Raih Lima Penghargaan Harganas Jatim 2026, Bukti Integrasi Program Kependudukan dan Ketahanan Keluarga

by linknews.id - 03 Agustus 2026, 07:15 WIB

Foto : Ketua TP PKK Bojonegoro, Cantika Wahono saat menerima penghargaan (ist)

BOJONEGORO, Linknews.id – Kabupaten Bojonegoro kembali membuktikan konsistensinya dalam membangun fondasi sosial melalui penguatan institusi keluarga. Dalam puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (29/7/2026), Pemkab Bojonegoro berhasil membawa pulang lima penghargaan prestisius.

Pencapaian ini bukan sekadar akumulasi angka, melainkan refleksi dari strategi terintegrasi yang memadukan program prioritas nasional seperti TAMASYA, GATI, SIDAYA, Genting, dan Makan Bergizi Gratis (MBG) sasaran 3B dengan inovasi layanan lokal. Penghargaan diberikan kepada Bupati Bojonegoro atas inisiasi pembentukan TPA/TAMASYA jalur pemerintah, peningkatan akses pelayanan KB berkualitas yang melampaui target, serta keberhasilan penyusunan Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Tahun 2026. Selain itu, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro juga menerima apresiasi atas peran strategisnya dalam mendorong ekosistem keluarga berkualitas.

Ketua TP PKK Bojonegoro, Cantika Wahono, menilai penghargaan ini sebagai validasi atas model kolaborasi "gotong royong" yang dibangun antara pemerintah, kader, penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan masyarakat. 

"Ini adalah buah kerja kolektif. Tidak ada satu pihak yang berjalan sendiri. Sinergi inilah yang memungkinkan kita menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan keluarga secara simultan," ujarnya.

Cantika menegaskan bahwa momentum ini akan digunakan untuk mempercepat transformasi sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Fokus utama tetap pada pencegahan stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pendidikan karakter anak sejak dini.

Kehadiran Wakil Gubernur Jawa Timur beserta jajaran kepala daerah se-Jatim dalam acara ini menegaskan bahwa isu kependudukan telah menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan regional. Keberhasilan Bojonegoro menunjukkan bahwa ketika kebijakan makro dijabarkan dengan tepat melalui pendekatan mikro berbasis komunitas, dampaknya akan terasa nyata dalam peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. (KOM/RED)

Share :

Popular Post