Home Pendidikan

Dari Penonton TV Jadi Pembawa Baki Paskibraka Tuban, Sheila Aulia Qurrahman Wujudkan Mimpi Masa Kecil

by linknews.id - 17 Agustus 2026, 21:59 WIB

Foto : Istimewa

TUBAN, Linknews.id – Sheila Aulia Qurrahman pernah hanya menjadi penonton pasif saat upacara kemerdekaan berlangsung di layar televisi. Kini, pelajar SMAN 1 Tuban itu berdiri tegap di tengah Alun-Alun Tuban sebagai pembawa baki pada Upacara Penurunan Bendera peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Bagi Sheila, kepercayaan menjadi pembawa baki bersama 75 anggota Paskibraka Tuban lainnya merupakan pencapaian dari mimpi yang telah ia pendam sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Melihat sosok Paskibraka yang gagah di lapangan dulu selalu memicu keinginan kuat untuk merasakan pengalaman serupa.

“Ini adalah bagian dari mimpi saya sejak kecil. Menjadi pembawa baki bendera,” kenang Sheila.

Disiplin Mengatur Waktu Latihan dan Sekolah

Mimpi tersebut tidak diraih secara instan. Sheila memulai persiapan fisik dan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) sejak kelas X SMAN 1 Tuban. Ia harus pintar membagi waktu antara kewajiban akademik siswa dan konsistensi latihan Paskibraka yang menuntut kesiapan fisik tinggi.

“Saya harus pintar-pintar membagi waktu, antara latihan untuk mewujudkan impian saya dan juga tugas-tugas sekolah yang harus saya kerjakan,” ujarnya.

Setelah melewati seleksi ketat selama tiga bulan yang diikuti ratusan siswa, Sheila berhasil lolos. Namun, ia menyadari bahwa kemampuan baris berbaris dan kondisi fisik saja tidak cukup. Kesiapan mental untuk menghadapi rasa lelah dan tekanan seleksi menjadi kunci kelulusannya.

“Alhamdulillah berkat perjuangan itu, mimpi ini akhirnya membuahkan hasil,” tuturnya.

Pesan untuk Generasi Muda

Pengalaman menjadi pembawa baki memberikan Sheila pelajaran berharga tentang disiplin, tanggung jawab, dan keberanian menjalankan amanah di hadapan publik. Ia kini ingin menularkan semangat tersebut kepada generasi muda seusianya.

Sheila mengajak teman-temannya untuk berani mengembangkan bakat apa pun yang dapat menunjang jiwa nasionalisme. Menurutnya, proses belajar dari kesalahan dan ketidaktahuan adalah bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan.

“Terus kembangkan bakat kalian di bidang mana pun yang bisa menunjang jiwa nasionalisme terhadap negara. Jangan malu untuk berkembang, dan teruslah belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya,” pesannya. (MCT/RED)

Share :


Popular Post