Home Berita Terkini

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Realisasikan 25 Paket JUT di P-APBD, Tekan Biaya Angkut Petani

by linknews.id - 04 November 2026, 11:56 WIB

Realisasi JUT induk 2026


BOJONEGORO, LINKNEWS.id - Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan efisiensi sektor pertanian dengan memangkas biaya logistik para petani.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, program pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) terus digenjot guna mempermudah akses mobilitas dan menekan biaya ongkos angkut hasil bumi.

Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Perlindungan Tanaman (Sarpras) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Yuseriza Anugerah Leksana, menyampaikan bahwa setelah sukses melaksanakan 161 paket pekerjaan pada anggaran induk, kini pihak dinas melanjutkan pembangunan di anggaran P-APBD.

"Tahun ini mengalokasikan sebanyak 25 paket pekerjaan," ucapnya Rabu (04/11/2026).

Namun, Yuseriza menegaskan bahwa penentuan penerima manfaat ini dilakukan secara selektif. Mengingat adanya mekanisme hibah yang berlaku, pihak dinas melakukan proses skrining ketat terhadap kelompok tani yang mengajukan usulan.

"Jika pada tahun sebelumnya kelompok tani tersebut sudah pernah menerima bantuan hibah lainnya, maka mereka tidak akan lolos verifikasi," ujarnya.

Masih kata Yuseriza, jika skrining ini bertujuan agar bantuan dapat dialokasikan secara merata, khusus kepada kelompok tani yang tidak mendapatkan bantuan secara berturut-turut.

Untuk 25 paket pekerjaan di P-APBD tahun ini, progresnya saat ini masih dalam tahap perencanaan. Pihak dinas menargetkan dokumen perencanaan akan rampung seluruhnya pada minggu depan, dengan target fisik pembangunan harus sudah selesai dalam waktu satu bulan berikutnya.

"Salah satu fokus pembangunan JUT ini berada di kisaran anggaran kurang lebih Rp190 juta, dengan spesifikasi jalan memiliki panjang kurang lebih 148 meter dan lebar kurang lebih 2 meter," ungkapnya.

Lanjutnya, melalui pembangunan JUT yang terintegrasi ini, diharapkan operasional angkutan hasil panen serta pengiriman logistik selama kegiatan tanam dapat berjalan lebih cepat dan murah, sehingga mampu mendongkrak kesejahteraan para petani setempat.

"Semoga pembangunan JUT ini dapat menjadikan suatu manfaat multi efek yang positif bagi para petani," tukasnya.(AS)

Share :

Popular Post