Foto : Para Kader Golkar Bojonegoro saat mengikuti acara konsolidasi di Bandung.
BANDUNG, LINKNEWS.ID – Partai Golongan Karya (Golkar) mulai memperkuat kesiapan organisasi dalam menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi internal, peningkatan kapasitas kader, serta penguatan peran fraksi di lembaga legislatif menjadi bagian dari agenda yang dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fraksi Partai Golkar Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Indonesia Tahun 2026.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menilai konsolidasi organisasi perlu diikuti dengan kerja politik yang terarah dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurut dia, kesiapan menghadapi kontestasi politik tidak cukup dibangun melalui penguatan struktur partai. Kader juga dituntut mampu menjaga komunikasi dengan masyarakat serta menerjemahkan aspirasi publik menjadi program dan tindakan nyata.
“Pemenangan pemilu harus dipersiapkan melalui kerja politik yang terukur, komunikasi yang efektif, dan kehadiran kader di tengah masyarakat. Kepercayaan rakyat menjadi modal penting yang harus dijaga melalui pengabdian dan kerja nyata,” ucapnya kepada media.
Rakornis dan Bimtek tersebut menjadi forum untuk menyelaraskan langkah organisasi sekaligus meningkatkan pemahaman kader mengenai strategi pemenangan pemilu dan pelaksanaan tugas fraksi di lembaga legislatif.
Perkuat Peran Fraksi
Selain membahas kesiapan menghadapi pemilu, penguatan kapasitas fraksi menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan tersebut. Fraksi partai politik di lembaga legislatif memiliki tanggung jawab menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Ketiga fungsi itu berkaitan langsung dengan proses penyusunan kebijakan publik dan pengawasan pelaksanaannya. Karena itu, kemampuan anggota fraksi dalam memahami persoalan masyarakat dinilai perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap tugas dan kewenangan kelembagaan.
Ahmad menekankan bahwa soliditas partai semestinya tidak berhenti pada kesamaan sikap di internal organisasi. Kekompakan tersebut juga perlu tercermin dalam pelaksanaan tugas kader dan kualitas komunikasi dengan masyarakat.
“Soliditas harus diwujudkan dalam tindakan. Setiap kader perlu memahami tanggung jawabnya, menjaga komunikasi dengan masyarakat, serta memperjuangkan aspirasi rakyat melalui mekanisme yang tepat,” jelasnya.
Kesiapan hingga Tingkat Desa
Menjelang Pemilu 2029, penguatan organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa menjadi salah satu pekerjaan yang perlu dipersiapkan partai. Jangkauan struktur organisasi, proses kaderisasi, serta komunikasi politik menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat.
Bagi Golkar Bojonegoro, agenda tersebut juga berkaitan dengan bagaimana kerja kepartaian dapat terhubung dengan pelaksanaan fungsi representasi di DPRD Kabupaten Bojonegoro.
Ahmad Supriyanto, yang juga menjabat Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, berada dalam dua ranah tugas, yakni kepartaian dan kelembagaan legislatif. Keduanya memiliki peran berbeda, tetapi sama-sama bersinggungan dengan kepentingan masyarakat.
Persiapan menghadapi pemilu, dengan demikian, tidak hanya menyangkut strategi memperoleh dukungan politik. Partai juga perlu memastikan bahwa aktivitas organisasi dan kerja para kader memiliki keterkaitan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Rakornis dan Bimtek Fraksi Partai Golkar Tahun 2026 diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan tersebut. Pelaksanaannya akan memiliki arti lebih jauh apabila ditindaklanjuti melalui program kerja yang jelas, peningkatan kapasitas kader, serta pelaksanaan tugas legislatif yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. (RED)