Gambar Ilustrasi (ist)
LINKNEWS.ID - Susah buang air besar (BAB), atau yang juga dikenal sebagai sembelit, merupakan kondisi ketika frekuensi BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu. Masalah ini muncul akibat kurangnya cairan dalam tinja, yang bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti dehidrasi, kurang serat dalam makanan, aktivitas fisik yang minim, kebiasaan menahan BAB, efek samping obat-obatan, atau stres.
Gejala yang dirasakan antara lain tinja yang keras, kering, dan berukuran kecil sehingga sulit dikeluarkan. Selain itu, penderita juga mungkin merasakan nyeri perut, mual, kembung, serta merasa belum membersihkan tinja secara tuntas setelah BAB. Berikut ini beberapa cara mengatasinya secara cepat dan mudah yang dapat dilakukan di rumah:
1. Perbanyak Konsumsi Cairan
Air putih menjadi pilihan utama untuk menjaga hidrasi tubuh. Dengan cukup cairan, tinja akan lebih lunak dan mudah bergerak melalui usus besar. Disarankan untuk mengonsumsi sekitar 8 gelas air putih setiap hari. Jika merasa bosan, jus buah segar atau air kelapa juga bisa menjadi alternatif yang baik untuk mencegah dehidrasi sekaligus membantu melancarkan BAB.
2. Nikmati Teh Herbal
Beberapa jenis teh herbal terbukti efektif mengatasi sembelit, seperti teh peppermint dan teh jahe. Selain melancarkan BAB, kedua jenis teh ini juga dapat meredakan kembung dan diare berkat kandungan senyawa antiradang serta antioksidan yang ada di dalamnya. Konsumsi 1 hingga 2 cangkir per hari untuk mendapatkan manfaat maksimal.
3. Konsumsi Minuman Berkafein Secukupnya
Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan cocoa dapat merangsang gerakan usus sehingga mempermudah proses BAB. Namun, perlu diingat untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan karena kafein juga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, yang berpotensi menyebabkan dehidrasi jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup.
4. Tambahkan Prebiotik dan Probiotik ke Makanan
Makanan yang mengandung prebiotik dan probiotik seperti pisang, oatmeal, dan yoghurt dapat menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Hal ini berdampak positif pada kesehatan sistem pencernaan dan dapat mengatasi masalah sembelit. Bila memilih yoghurt, sebaiknya pilih produk yang rendah gula dan lemak.
5. Tingkatkan Konsumsi Makanan Tinggi Serat
Buah dan sayuran yang kaya serat sangat membantu dalam menangani sembelit. Serat dapat menambah volume tinja, membantu menahan cairan, serta mendorong pergerakan tinja melalui usus dengan lebih lancar dan teratur. Untuk orang dewasa, asupan serat yang disarankan adalah sekitar 32–36 gram per hari. Contoh makanan tinggi serat antara lain apel dengan kulit, pepaya, alpukat, kiwi, pir, brokoli, wortel, sawi hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
6. Pertimbangkan Konsumsi Suplemen Serat
Bila sembelit terjadi akibat diet yang rendah serat, suplemen serat seperti calcium polycarbophil, psyllium, atau methylcellulose bisa menjadi pilihan. Suplemen ini dapat meningkatkan volume tinja dan memperlancar BAB. Namun, sebelum mengonsumsinya, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar mendapatkan hasil yang optimal dan aman.
7. Gunakan Obat Pencahar dengan Bijak
Obat pencahar dapat menjadi solusi cepat untuk mengatasi susah BAB. Ada berbagai jenis obat dengan cara kerja yang berbeda, mulai dari merangsang gerakan usus, melunakkan tinja, hingga menarik cairan ke dalam tinja agar teksturnya lebih lembut. Sebagian obat dapat dibeli bebas, namun untuk menentukan jenis yang sesuai dengan kondisi tubuh, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
8. Ubah Posisi Saat BAB
Posisi jongkok saat buang air besar terbukti lebih efektif dibandingkan posisi duduk. Posisi ini dapat membantu tinja keluar secara alami tanpa perlu mengejan terlalu keras, sehingga mengurangi risiko terkena ambeien. Selain itu, disarankan untuk fokus saat BAB dan tidak melakukan aktivitas lain seperti membaca atau bermain gadget.
9. Lakukan Aktivitas Fisik Secara Rutin
Olahraga dan aktivitas fisik yang teratur dapat mempercepat pergerakan tinja melalui usus besar. Gerakan tubuh merangsang kontraksi alami otot usus, sehingga membantu mengeluarkan tinja dengan lebih cepat. Anda bisa mulai dengan berjalan kaki selama sekitar 1 jam setelah makan, atau melakukan olahraga selama 10–15 menit setiap hari.
Jika keluhan susah BAB berlangsung lebih dari 2 minggu atau disertai dengan gejala seperti nyeri hebat, kram perut, atau adanya darah di tinja, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Konsultasi juga dapat dilakukan melalui layanan chat untuk kemudahan Anda. (RED)
Sumber: Alodokter