Home TNI POLRI

Kodim Bojonegoro Peringati Haornas XLIII, Dorong Budaya Hidup Aktif dan Bugar

by linknews.id - 09 September 2026, 08:47 WIB

BOJONEGORO, LINKNEWS.id - Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro menggelar upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) XLIII Tahun 2026, Rabu (9/9/2026).

Upacara yang berlangsung di lingkungan Kodim 0813 Bojonegoro tersebut diikuti prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS) jajaran Kodim. Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0813 Bojonegoro Mayor Inf Marwoko Suwandono bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam kesempatan itu, Marwoko membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. Dalam amanat tersebut, olahraga ditekankan bukan semata-mata sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran, tetapi juga bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Peringatan Haornas tahun ini mengangkat tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”. Tema tersebut menjadi dorongan agar olahraga tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Menpora menyampaikan bahwa perubahan pola hidup masyarakat perlu dimulai dengan menempatkan olahraga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan. Dengan demikian, perhatian tidak hanya diberikan ketika masyarakat mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga melalui pencegahan dengan membangun kebiasaan hidup aktif.

Pemerintah daerah juga diharapkan mengambil peran lebih besar dalam menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas fisik. Penyediaan ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, jalur sepeda, hingga berbagai program olahraga yang mudah dijangkau masyarakat menjadi bagian dari upaya tersebut.

Menurut amanat Menpora, pembudayaan olahraga juga harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lingkungan sekolah, tempat kerja, desa, hingga keluarga. Fasilitas dan ruang publik yang telah tersedia dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk membangun kebiasaan berolahraga secara rutin.

Keberhasilan program olahraga, lanjutnya, tidak semestinya hanya dilihat dari banyaknya kegiatan atau perlombaan yang digelar. Ukuran yang lebih penting adalah meningkatnya jumlah masyarakat yang berolahraga secara rutin serta membaiknya tingkat kebugaran masyarakat.

Aspek pemerataan juga menjadi perhatian. Kesempatan untuk berolahraga harus dapat diakses berbagai kelompok masyarakat, termasuk anak-anak, pemuda, lanjut usia, masyarakat di wilayah perdesaan maupun perkotaan, serta penyandang disabilitas.

“Atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar olahraga. Budaya, prestasi, dan industri olahraga harus dibangun sebagai satu ekosistem yang utuh,” demikian pesan Erick Thohir dalam amanat yang dibacakan pada upacara tersebut.

Di penghujung amanat, Menpora mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, institusi terkait, hingga keluarga untuk mengambil langkah nyata dalam membangun budaya hidup aktif.

Perubahan kebiasaan dari pola hidup pasif menuju masyarakat yang aktif dan bugar dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan tangguh. (ADMC/RED)

Share :


Popular Post