Home Daerah

Lamongan Gerakkan Drone Serentak Kendalikan Wereng Batang Coklat, Jaga Status Lumbung Pangan Jatim

by linknews.id - 08 Juli 2026, 15:28 WIB

Foto : Istimewa 

LAMONGAN, Linknews.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) Wereng Batang Coklat (WBC) secara serentak di 19 kecamatan, Rabu (8/7/2026). Bertempat di Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, operasi pengendalian hama ini memanfaatkan bantuan drone dari Kementerian Pertanian RI sebagai respons cepat terhadap ancaman gagal panen yang dapat menggoyahkan posisi Lamongan sebagai produsen padi terbesar di Jawa Timur.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menegaskan bahwa pengendalian serentak merupakan strategi kunci untuk memutus siklus penyebaran WBC yang kini telah menginfeksi lahan seluas 2.186,88 hektare. 

Data lapangan periode 1 Juni hingga 3 Juli 2026 menunjukkan populasi wereng mencapai 10-20 ekor per rumpun. Jika tidak segera ditangani, hama ini berpotensi berkembang hingga tiga generasi dalam satu musim tanam dan menyebabkan kerusakan masif.

"Karena paparan WBC sudah menyebar di 19 kecamatan, maka pengendaliannya harus dilakukan secara bersama-sama dan simultan. Ini adalah upaya kolektif untuk menyelamatkan produksi padi kita," ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes kepada media.

Langkah darurat ini diambil mengingat kontribusi Lamongan terhadap ketahanan pangan nasional sangat signifikan. Dengan total luas lahan pertanian 103.483 hektare terdiri atas 95.745 hektare sawah baku (53.057 hektare tadah hujan dan 42.688 hektare irigasi) kabupaten ini mencatatkan produksi padi sebesar 904.928 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau sekitar 950 ribu ton pada 2025 berdasarkan data BPS Jawa Timur. Angka ini menjadikan Lamongan sebagai lumbung pangan nomor satu di provinsi tersebut.

Sedangkan kecamatan yang menjadi sasaran Gerdal OPT meliputi Sugio, Karangbinangun, Glagah, Sukodadi, Laren, Karanggeneng, Lamongan, Tikung, Kembangbahu, Sarirejo, Kedungpring, Sekaran, Pucuk, Babat, Modo, Maduran, Turi, Kalitengah, dan Deket. 

Penggunaan drone dalam operasi ini dinilai lebih efisien menjangkau area serangan yang luas dibandingkan penyemprotan manual, sekaligus mengurangi risiko paparan pestisida bagi petani.

Tenaga Ahli Wakil Menteri Pertanian RI Mujiburrahman yang turut hadir menyatakan bahwa intervensi pemerintah pusat melalui bantuan sarana prasarana modern bertujuan mendukung swasembada pangan nasional secara optimal. 

Sinergi antara teknologi, kebijakan daerah, dan partisipasi petani diharapkan mampu mempertahankan capaian produksi padi Lamongan di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika organisme pengganggu tanaman yang semakin kompleks. (RED)

Share :

Popular Post