Home Daerah

Lamongan Raih 64 Penghargaan K3 Tahun 2026

by linknews.id - 22 Januari 2026, 13:18 WIB

LAMONGAN, LINKNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama 33 perusahaan lokal berhasil meraih total 64 penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang merupakan hasil penilaian tahun 2025 untuk penghargaan tahun 2026.

Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara secara langsung menerima seluruh penghargaan tersebut pada acara apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional 2026, yang berlangsung pada hari Rabu (14/1/2026) di Stadion Petrokimia Gresik. Penyerahan dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Kabupaten Lamongan, yang kerap disebut Kota Soto, meraih penghargaan dalam empat kategori utama. Di antaranya adalah Pembina K3 Terbaik Kategori Emas Tingkat 1 Jawa Timur, Penghargaan Zero Accident Award (Kecelakaan Nihil) yang diterima oleh 31 perusahaan, Program Penanggulangan Tuberkulosis Paru (P2TB) yang diraih oleh 15 perusahaan, serta Program Penanggulangan HIV/AIDS yang diberikan kepada 18 perusahaan.

Penghargaan ini menjadi bukti komitmen daerah dalam mengembangkan dan mensosialisasikan budaya K3 di lingkungan kerja. Implementasi K3 dipercaya mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang aman dan sehat, sekaligus menjunjung tinggi hak-hak pekerja.

“Kita akan menjadikan penghargaan ini sebagai dasar untuk terus mengoptimalkan penerapan K3. Tujuannya adalah untuk memenuhi aspek kesehatan, keamanan, dan keselamatan kerja, serta menekan angka kecelakaan kerja seminimal mungkin,” ujar Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Dirham saat mewakili Bupati dalam menerima penghargaan.

Mas Dirham juga menegaskan pentingnya pemeliharaan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari upaya menciptakan tenaga kerja berkualitas. Menurutnya, SDM adalah investasi paling krusial dalam dunia kerja. 

“Kami memiliki komitmen untuk membentuk SDM yang unggul dan berdaya saing, namun tidak kalah pentingnya adalah melakukan pemeliharaan terhadap seluruh SDM. SDM yang berkualitas akan menjadi pondasi untuk keberlanjutan dalam dunia kerja,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Bulan K3 bukan hanya acara seremonial atau urusan administrasi semata. Melainkan menjadi kebutuhan esensial, budaya kerja yang harus hidup, dan investasi jangka panjang bagi setiap organisasi.

“K3 memiliki tujuan untuk memberikan dampak positif bagi pekerja dan perusahaan. Lebih dari itu, program ini juga berkontribusi pada pembangunan nasional dan regional,” ujarnya dalam apel yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan Zamroni menjelaskan bahwa pencapaian berbagai kategori penghargaan menunjukkan bahwa Lamongan telah berhasil membina perusahaan dalam penerapan budaya K3. Hal ini mencakup pencapaian nol kecelakaan kerja, implementasi program pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja, serta pelaksanaan seluruh 166 indikator sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 yang telah diaudit oleh Badan Audit Kementerian Ketenagakerjaan. 

“Kita mengajukan 33 perusahaan dari Lamongan, dan seluruhnya lolos penilaian administrasi yang berlangsung sepanjang tahun 2025. Di antaranya adalah RSUD dr. Soegiri, Permata Hati, PT Bumi Menara Internusa, PT Eastern Logistic, serta beberapa perusahaan lainnya,” terang Zamroni. (HUM)

Reporter: RED

Share :

Popular Post