Home Pendidikan

Mahasiswa FH Untag Surabaya Perdalam Pemahaman Penegakan Hukum melalui Magang di BNNK Surabaya

by linknews.id - 11 Mei 2026, 14:45 WIB

SURABAYA, LINKNEWS.ID - Kegiatan Kuliah Kerja Praktik (KKP) menjadi salah satu bagian penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan pemahaman serta pengalaman secara langsung di dunia kerja. Bagi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, program ini tidak hanya menjadi sarana penerapan teori yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga wadah untuk memahami praktik penegakan hukum secara nyata di lingkungan institusi pemerintah maupun lembaga penegak hukum. Implementasi tersebut tercermin melalui pelaksanaan magang mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya di Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya, sebagai bentuk pembelajaran langsung terhadap proses penegakan hukum dan upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika di masyarakat.

Selama pelaksanaan magang, mahasiswa ditempatkan pada Tim Pemberantasan yang merupakan bagian hukum di BNNK Surabaya. Pada bagian ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai mekanisme kerja tim hukum dalam menangani perkara narkotika, mulai dari proses pemeriksaan, administrasi hukum, hingga tahapan asesmen terhadap penyalahguna narkotika. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai penegakan hukum yang dijalankan secara profesional, terstruktur, dan melibatkan kerja sama lintas instansi.

Mahasiswa juga memperoleh pengalaman baru melalui pengenalan terhadap Tim Asesmen Terpadu yang terdiri atas tim hukum dan tim medis. Tim hukum melibatkan penyidik BNN, kepolisian, dan kejaksaan, sedangkan tim medis terdiri dari dokter dan psikolog. Tim ini memiliki peran penting dalam menentukan langkah penanganan terhadap penyalahguna narkotika, khususnya untuk menentukan apakah seseorang dapat direhabilitasi atau diproses melalui jalur pidana.

Selain itu, mahasiswa diberikan kesempatan mengikuti kegiatan case conference (case con), yaitu rapat Tim Asesmen Terpadu yang membahas hasil pemeriksaan terhadap penyalahguna narkotika. Dalam forum tersebut, setiap kasus dianalisis berdasarkan tingkat penyalahgunaan sehingga dapat ditentukan tindak lanjut berupa rehabilitasi rawat jalan, rehabilitasi rawat inap, maupun proses hukum pidana apabila memenuhi unsur tindak pidana peredaran narkotika. Kegiatan ini memberikan wawasan mengenai pentingnya pendekatan hukum yang juga mempertimbangkan aspek kesehatan dan pemulihan.

Tidak hanya mengikuti proses asesmen, mahasiswa magang juga dilibatkan dalam kegiatan administrasi hukum seperti pengisian berita acara interogasi dan berita acara rekomendasi hasil asesmen. Mahasiswa turut memperoleh pengalaman lapangan dengan mengikuti kegiatan tes urine yang dilaksanakan di kantor pembiayaan di Surabaya. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa bertugas sebagai tim dokumentasi guna mendukung pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Kota Surabaya. Keterlibatan tersebut memberikan pemahaman bahwa penanganan perkara narkotika memerlukan ketelitian administrasi sekaligus upaya preventif di masyarakat.

Melalui program magang di BNNK Surabaya, mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya tidak hanya memperoleh pengalaman praktis di bidang hukum, tetapi juga memahami pentingnya sinergi antara pendekatan hukum, kesehatan, dan sosial dalam menangani persoalan narkotika. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik maupun profesional sehingga mampu menjadi generasi penegak hukum yang berintegritas, memiliki kepedulian sosial, dan pemahaman yang komprehensif terhadap dinamika penegakan hukum di Indonesia.

Penulis : Elisabeth Christabel Nirmala, (Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)

Share :

Popular Post