Home Daerah

Menengok Program "Gayatri" di Temayang Bojonegoro, KPM Desa Belun Ciptakan Pakan Ramah Lingkungan

by linknews.id - 23 Juli 2026, 12:50 WIB

Foto : Subeki, KPM program Gayatri di Desa Belun, Temayang

BOJONEGORO, Linknews.id - Perjalanan program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) di Desa Belun, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro terbilang sukses meski masih memerlukan terobosan-terobosan berkelanjutan.

Salah satu indikator keberhasilan tersebut adalah hasil program Gayatri secara matematis mampu menjadi tambahan penghasilan, serta menjadi pelengkap nutrisi gizi untuk KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

Seperti yang diungkapkan oleh Subeki, warga RT 10 RW 02, ia menyebut bahwa program ini sangat bermanfaat dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian keluarga.

"Saya menerima program sejak Agustus 2025, setelah beberapa bulan berjalan saya mulai merasakan hasil dari panen telur. Sampai hari ini saya bisa panen 7,5 kilogram per harinya dan itu untung setelah saya hitung-hitung," ungkapnya, Kamis (23/7/2026).

Tak berhenti disitu, Subeki terus melakukan inovasi untuk lebih memaksimalkan hasil panen telur Gayatrinya. Bahkan, pria yang berprofesi sebagai tukang kayu ini berhasil menciptakan pakan standard guna menekan pengeluaran.

"Setelah menghitung seluruh biaya termasuk pakan, saya berinisiatif untuk membuat pakan berstandard sama dengan pabrikan, hanya prosesnya yang berbeda yaitu dengan fermentasi. Itupun tidak berpengaruh pada hasil panen telurnya mas," jelass Subeki.

Lebih lanjut, ia berharap adanya perhatian dan dukungan fasilitas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk kelancaran proses pembuatan pakan ternak Gayatri.

Pendampingan Disnakkan Bojonegoro

Dalam perjalanan hampir satu tahun menjalankan program Gayatri khususnya di wilayah Kecamatan Temayang, para KPM tidak berjalan sendiri, mereka mendapat pendampingan dari petugas teknis peternakan (PTT).

Selain teknis lapangan, petugas PTT tersebut juga memberikan dukungan kepada para KPM, termasuk inovasi dan terobosan-terobosan yang dapat membuat program Gayatri berjalan maksimal.

"Terkait pakan yang dibuat Pak Subeki, Kemarin banyak KPM yang cerita mereka bisa menyisihkan 20 - 25 ribu rupiah per hari setelah menggunakan pakan tersebut karena harganya lebih ekonomis dibandingkan pabrikan," ujar Sugihartono, Petugas Teknis Peternakan Kecamatan Temayang.

Respon Pemerintah Daerah (Kecamatan Temayang)

Selain harga yang lebih ekonomis, pakan ternak yang diproses oleh salah satu KPM Desa Belun tersebut memiliki keunggulan lain, yaitu kotoran ternak menjadi tidak bau karena telah melalui proses fermentasi sebelumnya.

Hal ini dinilai dapat meminimalisir resiko penyakit bagi ayam dan tidak mengganggu lingkungan sekitar lokasi ternak. Terlebih, program Gayatri diterima dan dikembangkan oleh KPM di rumah atau lokasi masing-masing di tengah masyarakat.

"Kami pihak kecamatan mengapresiasi keberhasilan dan kreativitas dari salah satu KPM yang mampu mensukseskan program Bupati dan Wakil Bupati tersebut. Semoga ini bisa menginspirasi KPM lain dan semoga berkelanjutan," ujar Danu, Sekcam Temayang.

Danu juga berharap, program Gayatri bisa terus bermanfaat dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh semua KPM, sehingga mampu membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (PRD)

Share :

Popular Post