Home Daerah

Normalisasi Kali Jambe dan Saluran Afvoer, Strategi Pemkab Bojonegoro Amankan Lahan Pertanian Purwosari dari Kekeringan

by linknews.id - 10 Juli 2026, 16:47 WIB

BOJONEGORO, Linknews.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) mengambil langkah preventif menghadapi musim kemarau dengan melakukan normalisasi Kali Jambe dan saluran afvoer di Kecamatan Purwosari. Kegiatan ini menjadi kunci strategis untuk menjaga pasokan air irigasi bagi wilayah penyangga produksi pertanian di bagian barat kabupaten yang memiliki total produksi mencapai 14.185 ton.

Urgensi normalisasi ini didorong oleh kondisi hidrogeologis unik di Purwosari. Berdasarkan survei Kementerian Pertanian, kawasan ini tidak memiliki Cekungan Air Tanah (CAT), sehingga ketergantungan terhadap aliran Kali Gandong dan air hujan sangat mutlak. Ketika debit sungai menyusut di musim kemarau, sedimentasi yang menumpuk di dasar sungai dan saluran anak sungai seperti Kali Jambe kerap menghambat distribusi air ke lahan persawahan.

Pengerukan sedimen yang dilakukan saat ini dinilai sebagai momentum tepat. Dengan meningkatkan kapasitas tampung sungai sebelum musim hujan tiba, diharapkan aliran air dapat mengalir lebih lancar dan menjangkau area pertanian secara optimal. Langkah ini secara khusus menyasar desa-desa yang selama ini rentan mengalami krisis air, meliputi Desa Donan, Kuniran, Tinumpuk, dan Kaliombo.

Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, mengapresiasi intervensi pemerintah daerah sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi sektor pertanian lokal. Ia menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur pengairan bukan sekadar solusi sesaat, melainkan fondasi ketahanan pangan yang berkelanjutan.

"Normalisasi ini akan meningkatkan daya tampung sungai saat musim hujan datang, sehingga distribusi air ke sawah menjadi lebih efisien. Kami berharap produktivitas pertanian tetap terjaga dan risiko kekeringan di desa-desa rawan dapat diminimalisir," ujar Ike.

Melalui upaya mitigasi berbasis infrastruktur ini, Pemkab Bojonegoro berupaya memastikan bahwa fluktuasi cuaca ekstrem tidak lagi menjadi ancaman fatal bagi livelihood petani di Purwosari. Ketersediaan air yang terjamin diharapkan mampu mempertahankan stabilitas produksi pangan daerah di tengah tantangan iklim yang semakin tidak menentu. (KOM/RED)

Share :

Popular Post