Home Daerah

Pemkab Bojonegoro Bersama BPJS Kesehatan Optimalkan Pelayanan Promotif dan Preventif di FKTP

by linknews.id - 10 Maret 2026, 16:44 WIB

BOJONEGORO, LINKNEWS.ID – Kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Bojonegoro terus ditingkatkan melalui upaya optimalisasi pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) bagi peserta BPJS Kesehatan. Sebagai fondasi sistem pelayanan kesehatan, FKTP berperan sebagai ujung tombak dalam layanan promotif dan preventif sekaligus bertindak sebagai gatekeeper dalam pengelolaan kesehatan nasional. 

Topik ini menjadi bahan pembahasan dalam talkshow SAPA! yang disiarkan oleh Malowopati FM pada Selasa (10/3/2026). Dengan tema "Memperkuat Pelayanan Promotif dan Preventif di FKTP Lewat Screening Riwayat Kesehatan", acara yang dipandu oleh Lia Yunita menghadirkan pembicara Era Ajar Siswadika, Kepala Bagian Penjaminan Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan Kabupaten Bojonegoro.

Menurut pembicara tersebut, FKTP menyelenggarakan empat jenis layanan kesehatan utama yaitu promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Meskipun demikian, peran utama yang menjadi fokus adalah pada aspek promotif dan preventif sebagai bagian dari fungsi gatekeeper yang diemban.

"Upaya promotif dilakukan melalui penyampaian edukasi dan informasi kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat. Di antaranya adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam keseharian," terangnya.

Sementara itu, upaya preventif merupakan serangkaian langkah untuk mencegah terjadinya penyakit, di antaranya melalui program imunisasi dan penyelenggaraan screening kesehatan. Tujuan dari upaya ini adalah untuk menekan angka penyebaran penyakit sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak dini.

Era Ajar Siswadika menegaskan bahwa upaya promotif dan preventif harus dimulai dari perubahan perilaku hingga tumbuhnya kesadaran mandiri masyarakat dalam merawat kesehatan diri. BPJS Kesehatan mendukung hal ini dengan menyediakan fitur screening riwayat kesehatan pada aplikasi Mobile JKN.

"Melalui aplikasi Mobile JKN, peserta dapat melakukan screening kesehatan secara rutin minimal satu kali setiap tahun dengan cara melakukan pendaftaran dan menjawab beberapa pertanyaan mengenai kondisi kesehatan mereka. Hasil dari screening tersebut bukanlah diagnosis penyakit, melainkan gambaran potensi risiko terhadap beberapa jenis penyakit sehingga peserta dapat segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan yang sesuai," jelasnya.

Program screening ini telah beroperasi sejak tahun 2014 dan saat ini juga mendapatkan dukungan dari pemerintah melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Selain itu, FKTP telah mengidentifikasi sekitar 14 jenis penyakit yang sering ditemukan di kalangan masyarakat. Jika melalui screening ditemukan peserta yang memiliki risiko terhadap penyakit tertentu seperti kanker payudara, kanker serviks, talasemia, atau hemofilia, maka akan dilakukan proses rujukan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih mendalam agar penyakit tidak berkembang menjadi lebih parah.

Dengan optimalisasi pelayanan promotif dan preventif di FKTP, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Melalui deteksi dini melalui screening kesehatan, risiko penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat. (KOM/RED)

Share :

Popular Post