BOJONEGORO, LINKNEWS.ID - Guna memastikan ketersediaan energi subsidi bagi seluruh lapisan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro menggandeng Pertamina Patra Niaga untuk menyelenggarakan Operasi Pasar khusus LPG 3 kg. Kegiatan yang dilakukan secara bertahap ini kembali digelar pada Senin (30/03/2026) di dua kecamatan strategis, yakni Dander dan Padangan.
Sebelumnya, pada hari Sabtu (27/03/2026) telah dilakukan operasi serupa di Kecamatan Sekar dan Tambakrejo. Adapun untuk hari Selasa (31/03/2026), kegiatan yang sama akan digelar di Kecamatan Bojonegoro, Kanor, serta Kepohbaru.
Moh. Akhmadi, Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Bojonegoro, menjelaskan bahwa langkah proaktif ini bertujuan untuk memastikan distribusi LPG 3 kg tepat pada target penerima dan tetap terjangkau dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000 per tabung, mengingat dinamika kebutuhan yang terus meningkat.
"Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan akses energi subsidi tidak terhalang. Untuk hari ini, kami menyediakan kuota yang memadai agar kebutuhan rumah tangga maupun pelaku usaha mikro di wilayah Dander dan Padangan dapat terpenuhi dengan harga yang sesuai ketentuan," jelas Moh. Akhmadi.
Untuk memastikan subsidi benar-benar dinikmati oleh pihak yang berhak, Operasi Pasar menerapkan sistem verifikasi yang ketat namun tetap mudah bagi masyarakat. Setiap lokasi kegiatan telah disiapkan sebanyak 560 tabung LPG 3 kg.
Warga yang ingin mengikuti program ini perlu membawa persyaratan sebagai berikut:
- Tabung LPG 3 kg yang sudah kosong (untuk proses penukaran).
- Satu lembar fotokopi Kartu Keluarga (KK).
- Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli.
Dimulai sejak pukul 10.00 WIB, kegiatan ini mendapatkan respon yang sangat antusias dari masyarakat sekitar. Operasi Pasar LPG 3 kg ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat serta mencegah terjadinya kelangkaan di tingkat lokal.
Pihak pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), karena stok energi subsidi akan terus dipantau dan didistribusikan secara berkala melalui kerja sama dengan seluruh pihak terkait. (KOM/RED)