BOJONEGORO, Linknews.id – Geliat ekonomi kreatif di Kabupaten Bojonegoro tidak lagi terkonsentrasi di pusat kota. Melalui Pesona Kali Pacal Car Free Day (CFD) yang digelar Minggu (21/6/2026), Kecamatan Sukosewu membuktikan bahwa ruang publik di wilayah pinggiran mampu bertransformasi menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Wakil Bupati Nurul Azizah menegaskan bahwa keberhasilan CFD Alun-alun Bojonegoro yang mencatatkan perputaran ekonomi Rp 600 juta per hari harus direplikasi secara terukur di tingkat kecamatan. Di Sukosewu, fondasi ekonomi kreatif telah terbentuk melalui produk rajutan khas yang bahkan menarik perhatian pasar nasional, termasuk boneka Labubu yang menjadi bukti daya saing kreativitas warga.
"Jika di kota sudah berjalan baik, maka di Sukosewu juga harus berkembang. Embrio ekonomi kreatif di sini sudah kuat, tinggal kita dorong agar menjadi penggerak kesejahteraan yang nyata," ujarnya.
Pengembangan kawasan berbasis masyarakat ini sejalan dengan lima prioritas pembangunan Bupati Setyo Wahono, khususnya dalam menurunkan kemiskinan, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan memperkuat konektivitas antarwilayah. Ketua TP PKK Cantika Wahono menambahkan bahwa sinergi pemerintah daerah diperlukan untuk memastikan pelaku UMKM di Desa Semenkidul dan Klepek tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas melalui pendampingan izin usaha, standarisasi kualitas, dan perluasan akses pasar.
Keberhasilan acara ini bukan hasil intervensi top-down semata, melainkan respons terhadap aspirasi akar rumput. Camat Sukosewu Alit Saksama Purnayoga mengungkapkan bahwa inisiatif berasal dari kolaborasi Karang Taruna, Pokdarwis, pemuda, dan kepala desa se-kecamatan. Dukungan teknis Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro berupa 40 unit fasilitas pendukung memungkinkan 88 UMKM lokal dan 30 UMKM luar desa berpartisipasi aktif.
"Ini jawaban konkret atas arahan bupati untuk membangun konektivitas wilayah sekaligus meningkatkan sektor wisata. Kami berharap kegiatan ini membawa berkah bagi semua," kata Alit.
Pesona Kali Pacal CFD mengirimkan sinyal penting tentang demokratisasi ruang ekonomi: ketika pemerintah menyediakan infrastruktur dan ekosistem pendukung, komunitas lokal memiliki kapasitas untuk menciptakan nilai tambah secara mandiri. Dari tepian waduk Sukosewu, harapan baru dirajut bukan hanya melalui benang wol, tetapi melalui gotong royong yang mengubah potensi alam dan budaya menjadi aset produktif yang merata dan berkelanjutan. (TIM)