Keretakan pada beberapa titik, satu diantaranya
BOJONEGORO, LINKNEWS.id - Proyek pembangunan talud irigasi milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Bojonegoro di wilayah Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander menuai sorotan.
Fasilitas yang dibangun di kawasan area persawahan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan berupa retakan di sejumlah titik, yang diduga akibat ketidaksesuaian spesifikasi teknik dalam proses pengerjaan serta tidak adanya papan informasi proyek.
Berdasarkan data berupa dokumentasi foto dan rekaman video berdurasi 59 detik yang diperoleh, terlihat struktur bangunan talud sudah mengalami keretakan vertikal dari bagian atas hingga bawah.
Selain itu, pada tahap pembesian, besi tulangan diduga dipasang langsung di atas tanah tanpa dilapisi lantai kerja atau cor sepatu. Jarak antar-begel juga terlihat renggang dan material besi tampak mulai berkarat.
KM Seorang praktisi dan pelaksana konstruksi di Bojonegoro yang meminta identitasnya dirahasiakan menjelaskan, ketiadaan cor sepatu dan pondasi strauss pile (stros) berisiko fatal bagi ketahanan bangunan, terutama pada karakteristik tanah sawah yang labil.
"Tanpa adanya cor sepatu, mutu beton dapat menurun karena tercampur langsung dengan tanah. Besi juga menjadi lebih cepat mengalami korosi," ujarnyanya Selasa (13/10).
Ia menambahkan, pondasi stros dengan kedalaman ideal 2 hingga 3 meter merupakan komponen wajib untuk menahan beban talud di tanah gerak.
"Stros itu berfungsi sebagai kaki talud. Jika komponen ini tidak diterapkan, bangunan hanya bertumpu pada lapisan tanah permukaan yang lembek. Keretakan vertikal dari atas ke bawah seperti yang terlihat di video umumnya menjadi indikasi terjadinya penurunan pondasi," imbuhnya.
Pantauan dari rekaman visual menunjukkan kaki talud di beberapa titik tampak menggantung. Lapisan plesteran luar juga mulai mengelupas, disertai sedikitnya tiga titik retakan besar yang berpotensi memicu kerusakan lebih parah jika debit air irigasi meningkat nantinya.
Terpisah Kepala Dinas PU SDA Retno Wulandari dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp sampai dengan berita ini naik belum memberi jawaban.(DM)