Home TNI POLRI

PSJM Sistem Blok Kodim Bojonegoro: Menstandarisasi Kebugaran Babinsa sebagai Fondasi Operasional Pembinaan Teritorial

by linknews.id - 01 Juli 2026, 09:23 WIB

BOJONEGORO, Linknews.id – Pelaksanaan Penilaian Siap Jasmani Militer (PSJM) Sistem Blok oleh Kodim 0813 Bojonegoro, Selasa (30/6/2026), menegaskan kembali bahwa kesiapan fisik prajurit bukanlah atribut seremonial semata, melainkan prasyarat mutlak bagi efektivitas fungsi Pembinaan Teritorial (Binter).

Melalui materi ketahanan mars 10 kilometer dan renang militer dasar 50 meter yang diikuti ratusan Bintara Pembina Desa (Babinsa), TNI AD berupaya menerapkan sistem evaluasi yang terstandarisasi untuk memastikan setiap personel memiliki kapasitas fisik yang memadai dalam merespons tugas-tugas dinamis di wilayah binaan.

Peltu Supriyanto, Bintara Tinggi Operasi dan Latihan Kodim 0813, menekankan bahwa PSJM Sistem Blok dirancang sebagai instrumen pembinaan berkelanjutan, bukan sekadar uji kompetensi sesaat. Dalam konteks operasi kewilayahan, kebugaran jasmani berkorelasi langsung dengan daya tahan mental dan ketepatan pengambilan keputusan di lapangan.

Seorang Babinsa yang prima secara fisik akan lebih mampu menjalankan fungsi pendampingan masyarakat, penanganan bencana, maupun pengawalan program strategis nasional tanpa mengalami penurunan performa akibat kelelahan kronis. Rute mars yang melintasi berbagai titik strategis di Kecamatan Bojonegoro juga sekaligus berfungsi sebagai pengenalan medan operasional secara nyata.

Kapten Arh Edy Supriyono, selaku koordinator kegiatan, menambahkan bahwa penguasaan keterampilan dasar militer harus tetap dipelihara meskipun Babinsa lebih banyak berinteraksi dengan unsur sipil. Renang militer dasar, misalnya, bukan hanya tes kemampuan bertahan di air, tetapi juga simulasi ketenangan psikologis dalam situasi darurat. Di era di mana ancaman hibrida dan bencana alam semakin kompleks, profesionalisme prajurit teritorial tidak dapat lagi didefinisikan secara parsial; ia menuntut integrasi antara kompetensi sosial, pengetahuan teknis, dan ketahanan fisik yang teruji.

Komitmen Kodim 0813 Bojonegoro untuk membina aspek jasmani secara rutin mencerminkan pemahaman bahwa pertahanan negara dimulai dari kesiapan individu di tingkat paling bawah. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana mentransformasikan hasil PSJM ini menjadi program pelatihan yang adaptif terhadap profil tugas spesifik setiap Koramil.

Standar kebugaran yang seragam perlu dikombinasikan dengan kebutuhan fungsional lokal misalnya, Babinsa di daerah rawan banjir membutuhkan porsi latihan perairan yang lebih intensif dibanding rekan mereka di wilayah perkotaan. Dengan pendekatan yang lebih presisi, PSJM Sistem Blok tidak hanya mengukur kesiapan hari ini, tetapi juga membangun fondasi ketahanan personel untuk menghadapi tantangan operasional masa depan. (TIM)

Share :


Popular Post