BOJONEGORO, Linknews.id – Pendopo Malowopati, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, riuh rendah oleh tawa dan konsentrasi ratusan anak Taman Kanak-kanak (TK), Jumat (29/5/2026). Mereka memadati area pendopo untuk mengikuti Festival Hari Anak Nasional ke-42, yang sekaligus berfungsi sebagai ajang seleksi berjenjang menuju tingkat provinsi hingga nasional.
Sebanyak 308 peserta dari 28 kecamatan di Bojonegoro terlibat dalam dua kategori lomba, yaitu menggambar menggunakan media spidol dan menyusun balok. Setiap kecamatan mengirimkan 10 perwakilan untuk lomba menggambar dan satu wakil untuk lomba menyusun balok.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan bagian dari strategi pembinaan prestasi anak usia dini. Pemenang di tingkat kabupaten akan difasilitasi untuk mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Jawa Timur, dengan harapan dapat menembus kompetisi tingkat nasional.
"Kami melaksanakan kegiatan ini lebih awal sebagai bentuk persiapan matang. Tujuannya agar anak-anak Bojonegoro memiliki bekal kompetensi dan kepercayaan diri saat bersaing di level yang lebih tinggi," ujar Anwar di sela-sela acara.
Anwar menambahkan, aktivitas seperti menggambar dan menyusun balok dipilih karena efektif untuk menstimulasi kreativitas, inovasi, serta motorik halus anak secara menyenangkan. "Ini adalah sarana pembelajaran edukatif yang menumbuhkan rasa percaya diri mereka sejak dini," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya fondasi karakter dan ilmu pengetahuan bagi generasi penerus. Ia mengingatkan bahwa anak-anak TK saat ini adalah calon utama Generasi Emas Indonesia 2045.
"Kesuksesan tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses pendampingan yang panjang dan berkelanjutan. Kolaborasi antara orang tua, guru, dan lingkungan sangat krusial dalam membentuk anak yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing," kata Nurul Azizah.
Nurul menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menyediakan ruang ekspresi bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat mereka. Menurutnya, keseimbangan antara penguatan nilai agama, karakter, dan kreativitas menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia unggul di masa depan.
Suasana kompetitif namun ceria terlihat jelas saat para peserta, yang didampingi orang tua dan guru, fokus menyelesaikan karya mereka. Penampilan tarian kreasi di awal acara juga berhasil membangun atmosfer semarak sebelum kompetisi inti dimulai.
Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap dapat mengidentifikasi potensi-potensi terbaik dari anak usia dini untuk terus dibina, sehingga siap berkontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun nasional di masa mendatang. (TIM)