Foto : Istimewa
LAMONGAN, LINKNEWS.ID - Sego Boran, kuliner khas Kabupaten Lamongan, telah resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia melalui penetapan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2025.
Penyerahan sertifikat resmi dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara. Acara tersebut berlangsung pada Minggu (22/2) di Malang, dalam rangkaian kegiatan Penyerahan Apresiasi untuk Seniman dan Pelaku Budaya, Tunjangan Kehormatan Juru Pelihara Cagar Budaya, serta Pengukuhan Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Bagi Pemerintah Kabupaten Lamongan, penetapan ini bukan hanya menjadi sumber kebanggaan daerah, melainkan juga menjadi peluang penting untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif yang berakar pada kearifan lokal.
Wakil Bupati yang akrab disapa Mas Dirham menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan berbagai langkah untuk mempromosikan dan mengembangkan kuliner khas ini agar dikenal lebih luas serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini selaras dengan komitmen Pemkab Lamongan dalam menjaga identitas daerah melalui upaya pelestarian budaya, yang dijadikan bagian tidak terpisahkan dari pembangunan yang berkelanjutan.
Sego Boran masuk dalam kategori WBTb bidang Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. Penetapan ini menjadi bentuk pengakuan negara terhadap kekayaan budaya lokal yang telah dijaga kelestariannya secara berkelanjutan.
Dengan demikian, Kabupaten Lamongan semakin mengukuhkan diri sebagai daerah yang kaya akan khazanah budaya.
Sebelumnya, beberapa tradisi dan budaya khas Lamongan juga telah mendapatkan status WBTb Indonesia, antara lain Kentrung, Jaran Jenggo, Mendhak Sanggring, dan Perahu Ijon-Ijon.
Pada acara yang sama, juga diberikan tunjangan kehormatan kepada para Juru Pelihara Cagar Budaya sebagai apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga serta merawat situs bersejarah di daerah.
Tunjangan senilai Rp1.500.000 ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memastikan kelangsungan upaya pelestarian warisan budaya, baik yang bersifat fisik maupun non-fisik.
Pada akhir sambutannya, Mas Dirham mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga, melestarikan, serta membanggakan warisan budaya daerah sebagai bagian dari identitas dan kekuatan utama Lamongan. (HUM/RED)