TUBAN, Linknews.id – Tim sepak bola BUMI WALI U-17 resmi menunjuk Ida Husni Mubarak sebagai manajer tim dalam persiapan menghadapi Piala Soeratin U-17 Jawa Timur 2026. Penunjukan ini menandai kembalinya Kabupaten Tuban ke ajang bergengsi tingkat provinsi setelah absen selama lima hingga tujuh tahun terakhir.
Keputusan pengangkatan Ida diambil dalam musyawarah yang melibatkan pengurus, pelatih, dan pemangku kepentingan sepak bola di Tuban. Ketua Harian Tim BUMI WALI U-17, Indra Bagus Burhanudin, menyatakan bahwa kepercayaan kepada Ida didasarkan pada komitmen, pengalaman, dan kemampuan manajerial yang dinilai krusial untuk mendukung performa tim di lapangan.
"Kurang lebih lima sampai tujuh tahun terakhir Tuban tidak mengikuti Piala Soeratin U-17. Tahun ini, Tim BUMI WALI berkomitmen untuk kembali berpartisipasi sebagai bentuk keseriusan dalam pembinaan sepak bola usia dini menuju level yang lebih tinggi," ujar Indra, Kamis (4/6/2026).
Tantangan Menghidupkan Kembali Tradisi Kompetitif
Kehadiran kembali Tuban di Piala Soeratin menjadi momentum penting bagi ekosistem sepak bola lokal. Selama hampir satu dekade, ketiadaan perwakilan Tuban di ajang ini dianggap sebagai kemunduran dalam peta kompetisi usia muda Jawa Timur, yang dikenal sebagai salah satu kiblat sepak bola nasional.
Sebagai manajer, Ida Husni Mubarak akan bertanggung jawab penuh atas koordinasi kebutuhan tim, mulai dari logistik, administrasi, hingga komunikasi dengan pelatih dan pemain. Ia menyadari beban tugas ini bukan hanya soal teknis pertandingan, tetapi juga membangun mentalitas juara.
"Saya mengucapkan terima kasih atas amanah yang telah diberikan. Ini merupakan tanggung jawab besar untuk bersama-sama membawa BUMI WALI U-17 tampil maksimal. Kami akan berupaya membangun tim yang solid, disiplin, dan mampu bersaing secara sportif," kata Ida.
Persiapan Menyeluruh
Dengan struktur kepengurusan yang kini lengkap, BUMI WALI U-17 mulai mematangkan persiapan jelang kompetisi. Fokus utama tidak hanya pada peningkatan kualitas taktis dan fisik pemain, tetapi juga penguatan aspek pendukung seperti nutrisi, pemulihan cedera, dan manajemen perjalanan.
Piala Soeratin U-17 Jawa Timur sendiri diikuti oleh puluhan klub dari berbagai kabupaten/kota, menjadikannya lahan uji kompetensi yang ketat. Bagi Tuban, partisipasi kali ini adalah langkah awal untuk mengembalikan marwah sepak bola daerah dan mencetak talenta-talenta baru yang berpotensi menembus level nasional.
Diharapkan, sinergi antara manajemen, pelatih, dan pemain dapat menghasilkan performa terbaik, sehingga nama Tuban kembali harum di kancah sepak bola usia muda Jawa Timur. (TIM)