Home Pendidikan

SMP Muhammadiyah 06 Sugihwaras Bojonegoro Perkuat Edukasi Bahaya Merokok bagi Siswa

by linknews.id - 26 Agustus 2026, 07:01 WIB

BOJONEGORO, LINKNEWS.id — Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat terus diperkuat melalui edukasi mengenai bahaya merokok. SMP Muhammadiyah 06 Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, menggandeng Rumah Sakit ‘Aisyiyah (RSA) Bojonegoro untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang risiko kebiasaan merokok.

Kegiatan yang berlangsung Senin (24/8/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sekaligus mendorong siswa membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia remaja.

Edukasi menghadirkan Ahmad Zuhri dari RSA Bojonegoro sebagai narasumber. Dalam penyampaiannya, siswa diajak memahami berbagai dampak merokok terhadap kesehatan serta pentingnya memiliki sikap tegas untuk menghindari ajakan merokok.

Ahmad mengatakan, masa remaja merupakan periode penting karena berbagai kebiasaan mulai terbentuk. Menurut dia, pemberian informasi yang benar mengenai rokok menjadi salah satu cara membantu siswa mengambil keputusan yang lebih sehat.

“Pencegahan harus dimulai dari pengetahuan dan kesadaran. Anak-anak perlu mengetahui dampak merokok sehingga memiliki bekal untuk menjaga diri dan berani menolak ajakan merokok,” kata Ahmad.

Ia menilai sekolah memiliki posisi strategis dalam upaya pencegahan perilaku berisiko pada remaja. Edukasi kesehatan, kata dia, dapat melengkapi pembelajaran akademik dengan pengetahuan yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Kepala SMP Muhammadiyah 06 Sugihwaras Edi Susanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menambah wawasan siswa, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter.

“Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari pembelajaran di dalam kelas. Edukasi seperti ini memberikan wawasan baru kepada mereka, khususnya tentang bagaimana menjaga kesehatan dan mengambil keputusan yang baik bagi dirinya,” ujar Edi.

Menurut Edi, lingkungan sekolah yang sehat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan dinilai penting untuk memperluas pemahaman siswa mengenai kesehatan dan pencegahan perilaku yang dapat merugikan diri sendiri.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan ikut membentuk budaya sekolah yang lebih sehat.

Salah seorang siswa, Moh. Ma’ruf, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia mengatakan materi tentang bahaya merokok memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran rutin di kelas.

“Saya senang karena mendapatkan ilmu baru, selain yang biasanya saya dapatkan di dalam kelas. Dari kegiatan ini saya menjadi lebih tahu tentang bahaya merokok,” kata Ma’ruf.

Kolaborasi antara satuan pendidikan dan layanan kesehatan tersebut diharapkan dapat memperkuat penerapan Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan sekolah. Edukasi sejak dini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda agar mampu menjaga kesehatan dan menjauhi kebiasaan yang berisiko. (KOM/RED)

Share :


Popular Post