* istimewa
TUBAN, Linknews.id – Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di UPT SMP Negeri 1 Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, tidak lagi sekadar menjadi kelengkapan administrasi, melainkan telah bertransformasi menjadi bagian integral dari proses pembelajaran. Hal ini terlihat jelas saat Penilaian Apresiasi SSK Tingkat Kabupaten Tuban Tahun 2026 berlangsung di sekolah tersebut, Selasa (28/7/2026).
Andriati Margu, SKM, dari Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Tuban, menegaskan bahwa esensi SSK adalah mendekatkan wawasan kependudukan dengan kehidupan nyata siswa. Ia menilai bahwa pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan perencanaan masa depan harus ditanamkan sejak bangku SMP sebagai fondasi karakter.
"Kami ingin isu kependudukan tidak asing bagi siswa. Melalui SSK, mereka dibekali kesadaran untuk merencanakan masa depan dengan matang, termasuk memahami pentingnya kesehatan reproduksi," ujar Andriati.
Kepala UPT SMPN 1 Widang, Nanang Syafi'i, memaparkan bahwa implementasi program di sekolahnya telah melampaui aspek formalitas. Profil sekolah yang disajikan mencakup bagaimana materi kependudukan disisipkan dalam kegiatan belajar mengajar, ekstrakurikuler, hingga budaya sekolah sehari-hari.
Penilaian kali ini melibatkan tim lintas sektor yang terdiri atas perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro, Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, serta Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB). Tim menyoroti kesiapan sarana prasarana, inovasi program, serta tingkat pemahaman warga sekolah terhadap indikator SSK.
Fokus utama penilaian adalah keberlanjutan program. Tim verifier memastikan bahwa SSK benar-benar hidup dalam ekosistem sekolah, bukan hanya ada di atas kertas.
"Yang ingin dibangun adalah kepedulian siswa terhadap isu kependudukan sejak dini. Penerapan SSK harus terasa dalam setiap aktivitas pembelajaran dan interaksi di lingkungan sekolah," pungkas Andriati.
Melalui pendekatan ini, Pemkab Tuban berharap generasi muda tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kematangan dalam menghadapi dinamika kependudukan dan mampu mengambil keputusan terbaik bagi masa depan mereka. (MCT/RED)