Home Daerah

Stunting Jatim Turun 14,7 Persen, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Persagi

by linknews.id - 04 Juli 2026, 13:07 WIB

Foto : Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (ist)

SURABAYA, Linknews.id – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam percepatan penurunan stunting kembali mendapat pengakuan nasional. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) atas keberhasilan menekan prevalensi stunting menjadi 14,7 persen pada 2024.

Penghargaan diserahkan oleh Ketua Umum DPP Persagi Doddy Izwardy kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono yang mewakili Gubernur Khofifah. Seremoni penyerahan berlangsung dalam pembukaan Temu Ilmiah Nasional (TIN) II Persagi Tahun 2026 di The Trans Luxury Hotel Surabaya, pada Jumat (3/7/2026).

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di Jawa Timur turun signifikan dari 17,7 persen pada 2023. Capaian ini menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan penurunan stunting terbaik di Pulau Jawa dan terbaik kedua secara nasional setelah Bali.

Khofifah, yang saat itu sedang menjalani kunjungan kerja di Banyuwangi, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa penurunan stunting tidak bisa dicapai oleh satu instansi saja.

"Penghargaan ini bukan hanya untuk pemerintah provinsi, tetapi juga apresiasi bagi TP PKK, BKKBN, organisasi perangkat daerah, dan semua pihak yang berkolaborasi menurunkan stunting," ujar Khofifah melalui keterangan tertulisnya.

Keberhasilan tersebut didukung oleh sejumlah inovasi layanan yang dijalankan Pemprov Jatim. Mulai dari konseling gizi berbasis rumah tangga, pendampingan intensif bagi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK), hingga program "Jawa Timur Tanggap terhadap Ibu Hamil Risiko Stunting". Pembekalan calon pengantin juga digalakkan sebagai upaya pencegahan sejak pra-konsepsi.

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah menyoroti pentingnya peran ahli gizi dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa tenaga ahli gizi yang kompeten dan terverifikasi menjadi ujung tombak dalam menjamin kualitas menu yang disajikan kepada penerima manfaat.

Pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilakukan secara ketat oleh para ahli gizi. Satu orang ahli gizi dapat ditugaskan mengawasi lebih dari satu SPPG sesuai kebutuhan lapangan untuk memastikan kecukupan nutrisi.

"Adanya pengawasan dari ahli gizi menjadi jaminan terhadap kandungan dan kualitas gizi sajian MBG yang diterima masyarakat," jelasnya.

Khofifah berharap penghargaan dari Persagi dapat memacu semangat seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi. Target akhirnya adalah melahirkan generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan bebas dari beban stunting. (RED)

Share :

Popular Post