Foto : Pengguna titik baca digital Tuban (ist)
TUBAN, Linknews.id – Budaya membaca di Kabupaten Tuban mengalami transformasi signifikan melalui kehadiran Titik Baca Digital "Tiba di Tuban". Sepanjang semester I 2026, platform ini telah diakses oleh 1.256 pengguna yang memanfaatkan 258 judul buku digital hanya dengan memindai kode QR di berbagai ruang publik. Capaian ini menandai pergeseran paradigma literasi dari ketergantungan pada gedung perpustakaan menuju aksesibilitas berbasis teknologi di kehidupan sehari-hari.
Data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tuban menunjukkan tren positif yang konsisten. Bulan Juni mencatat lonjakan tertinggi dengan 352 pengguna aktif yang mengakses 70 judul buku. Ketersediaan 294 eksemplar digital di delapan titik strategis—mulai dari Taman Abipraya, Alun-alun, hingga Kantor Kecamatan Jatirogo—membuktikan bahwa literasi dapat diintegrasikan ke dalam mobilitas warga tanpa harus meluangkan waktu khusus berkunjung ke perpustakaan.
Kepala Dispersip Tuban, Drs. Endro Budi Sulistyo menilai peningkatan ini sebagai indikator keberhasilan sosialisasi dan relevansi konten bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa Titik Baca Digital bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan instrumen untuk membuka wawasan generasi muda menjelang Indonesia Emas 2045.
"Kami berharap keberadaan layanan ini benar-benar menumbuhkan minat baca, terutama bagi anak sekolah. Buku tetap menjadi sumber ilmu utama, dan kami berkomitmen memperluas jangkauan serta menambah koleksi agar manfaatnya semakin merata," ujar Endro, Senin (20/7/2026).
Diluncurkan sejak 2024, inovasi ini merupakan respons terhadap kebutuhan akses informasi yang cepat dan praktis. Ke depan, Dispersip berencana terus mengembangkan ekosistem literasi digital ini, baik melalui kurasi konten maupun ekspansi lokasi pemasangan kode QR. Langkah ini menegaskan komitmen Pemkab Tuban dalam menjadikan ruang publik tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya ilmu dan mimpi besar masyarakat. (MCT/RED)