Home Gaya Hidup

Ubi Jalar, 'Superfood' Lokal yang Kaya Nutrisi dan Ramah di Kantong

by linknews.id - 11 Juni 2026, 08:21 WIB

Foto : Ubi Jalar (ist)

BOJONEGORO, (Linknews.id) – Di tengah maraknya tren makanan impor yang diklaim sehat, ubi jalar (Ipomoea batatas) tetap menjadi pilihan pangan lokal yang tak kalah bernutrisi. Tanaman umbi-umbian yang mudah ditemui di pasar tradisional ini ternyata menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh, mulai dari menjaga kesehatan mata hingga mendukung sistem kekebalan tubuh.

Ahli gizi menyarankan untuk memasukkan ubi jalar ke dalam menu harian sebagai alternatif sumber karbohidrat kompleks. Berbeda dengan nasi putih atau roti tawar, ubi jalar memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, sehingga pelepasan gula darah ke dalam aliran darah terjadi lebih perlahan. Hal ini membuat ubi jalar cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes tipe 2 atau mereka yang ingin menjaga berat badan.

Kaya Antioksidan dan Vitamin A

Salah satu keunggulan utama ubi jalar, khususnya varian berdaging oranye, adalah kandungan beta-karoten yang tinggi. Di dalam tubuh, beta-karoten diubah menjadi vitamin A, nutrisi esensial yang berperan penting dalam menjaga kesehatan mata, kulit, dan fungsi imun.

"Konsumsi satu porsi ubi jalar ukuran sedang sudah dapat memenuhi lebih dari 100 persen kebutuhan harian vitamin A tubuh. Ini sangat efektif untuk mencegah degenerasi makula terkait usia dan rabun senja," ujar dr. Rita Ramayulis, DCN, MKes, ahli gizi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Selain vitamin A, ubi jalar juga kaya akan vitamin C, vitamin B6, mangan, dan serat pangan. Kombinasi nutrisi ini bekerja sinergis untuk melawan radikal bebas, mengurangi peradangan dalam tubuh, serta melancarkan sistem pencernaan.

Manfaat untuk Jantung dan Tekanan Darah

Kandungan kalium dalam ubi jalar juga memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan kardiovaskular. Kalium membantu mengatur keseimbangan cairan tubuh dan menurunkan tekanan darah dengan cara melemaskan dinding pembuluh darah.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition Research menunjukkan bahwa diet tinggi kalium berkorelasi dengan penurunan risiko stroke dan penyakit jantung. Ubi jalar, bersama dengan pisang dan bayam, menjadi salah satu sumber kalium alami terbaik yang mudah diakses masyarakat Indonesia.

Cara Konsumsi yang Tepat

Meski bermanfaat, cara pengolahan ubi jalar turut memengaruhi nilai nutrisinya. Ahli gizi merekomendasikan untuk merebus atau mengukus ubi jalar daripada menggorengnya. Proses perebusan terbukti mempertahankan sebagian besar antioksidan beta-karoten dibandingkan dengan metode panggang atau goreng yang dapat merusak struktur nutrisi akibat suhu tinggi.

"Mengonsumsi ubi jalar bersama dengan sedikit lemak sehat, seperti minyak zaitun atau alpukat, dapat meningkatkan penyerapan beta-karoten karena vitamin A bersifat larut dalam lemak," tambah Rita.

Dengan harga yang terjangkau dan ketersediaan yang melimpah sepanjang tahun, ubi jalar layak dipertimbangkan sebagai bagian dari pola makan sehat berkelanjutan. Integrasi pangan lokal ini tidak hanya menguntungkan kesehatan individu, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional. (TIM)

Share :

Popular Post