Tangkapan layar dari akun tik tok
BOJONEGORO, LINKNEWS.id – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh kemunculan sebuah konten video manipulatif berformat Breaking News.
Video yang diunggah oleh akun TikTok "BAYI BOJONEGORO" dengan menyematkan logo "F.Nusantara" tersebut secara jelas diidentifikasi sebagai produk rekayasa kecerdasan buatan atau AI-generated.
Dalam narasi tiruan yang beredar luas, disebutkan bahwa Kepala Desa (Kades) Kuniran, Kecamatan Purwosari, sempat melarikan diri dari upaya penangkapan sebelum akhirnya datang memenuhi panggilan hukum di Markas Polres Blora.
Kendati dikemas menyerupai produk jurnalistik televisi, kejanggalan langsung terlihat jelas dari sisi administrasi wilayah. Secara geografis, Desa Kuniran masuk dalam wilayah Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Dengan demikian, yurisdiksi penegakan hukumnya berada di bawah wewenang Polres Bojonegoro, bukan Polres Blora yang terletak di Provinsi Jawa Tengah.
Simpang siur kabar burung ini juga memantik respons dari salah satu Kepala Desa di wilayah Kecamatan Purwosari. Saat dikonfirmasi melalui sambungan telfon (Kades yang meminta identitasnya dirahasiakan) membenarkan adanya informasi tersebut.
"Saya juga sudah mendengar kabar tersebut, tetapi benar tidaknya saya belum mengetahuinya," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026).
Terpisah, Ike Widyaningrum selaku Camat Purwosari dikonfirmasi melalui WhatsApp tentang bagaimana kebenaran adanya info tersebut memberi jawaban singkat.
"Kami akan kroscek dahulu," jawabnya.
Merespons polemik visual yang bergulir di tengah masyarakat, redaksi Linknews.id terus berupaya melakukan penelusuran lebih mendalam hingga berita ini dimuat.
Sejauh ini, Kades Kuniran bersangkutan belum dapat dikonfirmasi resmi secara personal. Ketika coba dihubungi melalui sambungan pesan singkat aplikasi WhatsApp, saluran komunikasi miliknya berada dalam kondisi tidak aktif atau hanya menunjukkan status centang satu.
Guna meluruskan kesimpangsiuran informasi sekaligus memastikan perlindungan terhadap hak-hak narasumber, tim redaksi linknews.id saat ini tengah bergerak aktif mencari kebenaran fakta materil.
Langkah penelusuran dilakukan dengan berkoordinasi secara berkala melalui jejaring rekan media yang berada di wilayah Blora. Upaya konfirmasi berantai ini ditempuh untuk memverifikasi langsung kebenaran agenda penanganan perkara ke pihak kepolisian setempat.
Selain untuk menguji akurasi kabar, langkah investigasi ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas agar tidak mudah terjebak oleh tren persebaran hoaks berbasis teknologi visual kecerdasan buatan. (AS)